Minggu, 01 Februari 2015

Hijau

Orang berkata, semua masalah dapat mendewaskan seseorang. Bagaimana bisa? Ya benar, tentu dengan seseorang dihapadakan masalah, ia akan berusaha keluar dari maslah nya. Berfikir dan banyak tahu tentang tindakan yang akan dilakukan jika terjadi masalah yang sama. Sama halnya dengan sistem kekebalan imun manusia, setelah tubuh diserang oleh suatu antigen dan membuat seorang jatuh sakit, tubuh tidak akan tinggal diam jika antigen tersebut masuk kembali. Karena tubuh sudah mngetahui bagaimana seharusnya ia bertindak atau menghadapi antigen yang sama.

Jika posisi seseorang dihadapkan dengan beberapa masalah, misalnya masalah pertama tentang pendidikan, kedua sahabat, ketiga teman, keempat BF, dan yang terakhir saudara. Lima masalah dalam satu waktu sekarang berada di depan anda, bagaimana anda bisa menjalani nya? Apa yang anda prioritaskan terlebih dahulu?
Ketika semua bercampur difikiran, hal yang pertama anda rasakan pasti, mengulang atau melihat lagi kebelakang bagaimana kronologis kejadian itu. Dan setelah anda pilah-pilah, ada suatu rasa bersalah dari diri anda dan merasa anda tidak melakukan hal yang seharusnya dilakukan. Pada beberapa waktu setelah itu, barulah anda mulai memberi respon kepada mereka mereka yang anda merasa anda telah melukainya.

Allah tidak akan memberi ujian lebih dari kemapuan umat-Nya. Berusahalah dan serahkan semua kepada-Nya, kepada sang pemberi ujian.

Bersabar dan selesaikan, semua akan indah pada waktu yang tidak satu orang pun mengetahui. Setiap masalah pasti ada hikmah ny, setiap sesudah hujan terbit lah pelangi.
Jangan anda lari dari masalah, jadikan itu seperti langkah besar anda, bukan menjadikan nya suatu beban yang memberatkan anda. Santai lah, terus berusaha, dan tawakkal lah.
^berbagihijau~~

Ujian blok kardiovaskuler

Sistem sirkulasi membawa nutrien dan gas darah keseluruh tubuh semua sel jaringan. Komponen sistem siskulasi :
1. Sistem kardiovaskuler, terdiri dari jantung, darah dan pembuluh darah.
2. Sistem limfatik, terdiri dari pembuluh limfe dan nodus limfe.
3. Organ pembentuk dan penyimpan darah, seperti limfe, hati, sumsum tulang, kelenjar timus, dan jaringan limfe.
Fungsi sistem sirkulasi,
1. Transpor
2. Regulasi/mempertahankan suhu tubuh
3. Perlindungan/antibodi
4. Sistem buffer

DARAH
1. Karakteristik
Sejenis jaringan ikat yg lebih berat dan kental dari air, memiliki bau dan rasa yang khas, ph 7,35-7,45, berwarna merah tergantung bnyak nya oksigek yg diikat. Volume darah 5liter pada laki2 dewasa. Volume darah berbanding terbalik dengan jumlah jaringa adiposa.
2. Komponen
Plasma darah terdiri 92% air, 7% protein plasma (tidak mampu menembus membran kapiler). Protein plasma dibagi 3;
- albumin : 55-60% ukuran paling kecil
- globulin : 30%, alfa dan beta globulin yg disitesis di hati, sedangkan gamma globulin disintesis di jaringan limfoid (immuno globulin)
- fibrinogen : 4% disintesis di hati fungsi untuk pembekuan darah.
Plasma juga terdiri dari nutrien, gas darah, elektrolit, hormon, vitamin dan zatzat sisa.
Elemen pembentuk darah : eritrosit, leukosit, dan trombosit.

HEMATOPOESIS
Area pembentukan :
- selama perkembangan embrio : dibentuk di kantong kuning telur, berlanjut di hati, di limpa, di nodus limfe dan seluruh sumsum tulang janin yang berkembang.
- selama masa kanak2 : semua sumsum tulang
- dewasa : terbentuk di sumsum tulang merah yang ditemukan dalam tulang membranosa.

1. Eritrosit
Karakteristik :
- discus bikonkaf d: 7,65 um
- terbungkus oleh membran sel dengan permeabilitas tinggi
- setiap eritrosit mengandung 300jt Hb. Volume Hb mencapai 1/3 volume sel.
Fungsi Hemoglobin :
- Hb + oksigen akan bergabung dengan rantai alfa dan beta akan membentuk oksihemoglobin.
- oksihemoglobin yang dilepas di jaringan di sebut deoksihemoglobin (hemoglobin tereduksi).
- setiap gram HbA membawa 1,3 ml oksigen. 97% oksigen darah bergabung dengan Hb, sisanya larut dlam plasma.
Jumlah :
- laki2 dewasa : 4,2-5,5 mm3
- perempuan : 3,2-5,2 mm3
Fungsi :
- transfor oksigen  berikatan dengan Hb.
- Hb berikatan dg co2 dibawa k paru2.
Faktor diet esensial :
- diet besi (fe)
- diet tembaga (cu)
- diet vitamin.
Umur eritrosit selama 120 hari.

2. Leukosit
Karakteristik :
- jumlah nya 7000-9000 mm3 darah
Fungsi :
- antibodi
- sebagian besar aktifitas leukosit berlangsung di jaringan, bukan di pembuluh darah.
- diapedesis : kemapuan untuk menembus pori-pori membran kapiler dan masuk ke dlam jaringan.
- gerakan amuboid, bergerak 3 kali lebih panjang dari ukuran tubuh dalam satu menit.
- kemotaksis, kemampuan leukosit mendekati (+) atau menjauhi (-) jaringan yang rusak.
- fagositosis, memakan bakteri dll, pada neutrofil dan monosit.
- rentan kehidupan, bertahan satu hari dalam sirkulasi sebelum masuk ke jaringan, dan bertahan di dlam jaringan selama beberapa hari, minggu, bulan, tergantung jenis leukosit.
Klasifikasi Leukosit :
A. Berdasarkan granula
- granulosit : neutrofil, basofil, eusinofil.
- agranulosit : limfosit dan monosit.
Neutrofil : 60% dari leukosit, granula berwarna merahmuda, sangat fagositik dan aktif.
Eusinofil : 1-3% dari leukosit, granula berwarna orange kemerahan, fagositik lemah.
Basofil : <1% dari leukosit, berwarna keunguan sampai hitam, fungsi sel mast yang mengandung hitamin untuk meningkatkan aliran darah ke tempat jaringan yang cidera dan anticoagulan heparin.
Limfosit : 30% dari leukosit, sebagian besar ditemukan dijaringan limfatik, rentang hidup beberapa tahun, berfungsi sebagai reaksi imunologis, berasal dari selsel batang sumsum tulang merah.
Monosit : 3-8% dari leukosit, sel darah terbesar (d: 12-18 um), sangat fagositik dan aktif bermigrasi melalui pembuluh darah.
Trombosit : 250.000-400.000/ mm3, mencapai setengah ukuran sel darah merah, fungsi hemostasis dan perbaikan pembuluh darah.

Golongan Darah dan Tipe Darah
1. Darah A : anti-B
2. Darah B : anti-A
3. Darah O : anti-A dan anti-B
4. Darah AB : -

JANTUNG
1. Anatomi
@ukuran dan bentuk, 4 rongga diantara paru dibagian tengah rongga thorak, 2/3 sebelah kiri midsternal, sebesar kepalan tangan berbentuk kerucut tumpul, atas lebar kearah bahu kanan, ujung bawah mengerucut ke arah panggul kiri.
@selaput perikardium, dalam mediastinum medius, melekat pada diafragma, sternum dan pleura, perikardium parietal, perikardium viseral, terdapat rongga.
@dinding jantung, epikardium, myocardium, endocardium.
@ruang jantung, atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan, ventrikel kiri.
@katup jantung, kanan trikuspidal, kiri bikuspidal, katup semilunaris.

Sabtu, 31 Januari 2015

Blok Imun dan Hematologi


Kasus Tutorial 4
Blok Imun dan Hematologi
Ny. U DL 38 tahun, datang ke poli klinik di slah satu rumah sakit daerah Jambidengan keluhan pucat, lemah, mudah capai, kadang panas, nyeri pada perut, yang sudah dirasakan semenjak 6 bulan terakhir. akhir-akhir ini sering disertai perdarahan lewat hidung. pada pemeriksan fisik didapatkan : pucat, gizi kesan kurang, napas cepat. Suhu : 38,5 C, ND : 108kali/menit, irama teratur, TD : 124/78 mmHg, RR : 28 x/i. konjungtiva anemis, sklera tidk ikterik, papil lidah atrofi, tidak ditemukan pembengkakan gusi. Terdapat limfadenopati leher, pada pemerisaan abdomen didapatkan hepatomegali dan spelomegali. hasil pemeriksaan laboratorium : Hb 7,5 g/dL; jumlah leukosit 24.500/mm3; jumlah trombosit 67x103. penderita dianjurka dirujuk kerumah sakit.

Leukemia merupakan penyakit akibat terjadinya proliferasi (pertumbuhan sel imatur) sel leukosit yang abnormal dan ganas, serta sering disertai dengan jumlah leukosit dengan jmlah yang berlebihan, yang dapat menyebabkan terjadinya anemia trombositopenia (Hidayat, 2006).
Banyak hal yang menyebabkan lekemia :
1. faktor eksogen; radiasi, zat kimia, infeksi virus.
2. faktor endogen; bersifat herediter, kelainan genetik.

Manifestasi klinis
Tanda dan gejala LLA menyerupai leukemia granulositik akut, dikaitkan dengan penekanan unsur sumsum tulang normal (Wujcik, 2000). karena itu, infeksi, perdarahan dan anemia merupakan manifestasi utama. sepertiga pasien tampak dengan infeksi dan perdarahan waktu didiagnosis. maleise, demam, letargi, kehilangan berat badan, dan keringatv pada malam hari juga dapat menjadi gejala yang tampak. karena menyerang daerah ekstramedular, pasien mengalami limfadnopati dan hepato splenomegali.
Pada leukimia, bisa juga terjadi anemia dimana hb dan eritrosit menurun karena adanya perkembngan sel leukosit yang imatur (proliferasi) yang berdampak pada penekanan jumlah sel darah yang lainnya.  hb yang didapatkan rendah yaitu, 7,5 gram/dl. Padahal untuk lelaki dewasa normalnya 13,5-18,0 gr/dl  kondisi anemis tersebut bisa menjadi salah satu kemungkinan terjadinya atrofi papil lidah. Karena kekurangan eritrosit dan hb, maka oksigen yang diikat tidak bisa segera disampaikan kejaringan yang membutuhkan, apalagi papil lidah merupakan saluran kecil yang buntu, akhirnya terjadilah atrofi (nelson et.al., 2000).
Anemia juga berhubungan dengan frekuensi nadi yang tinggi. darah sedikit diusahakan mampu menyalurkan oksigen ke jaringan yang membutuhkan, memerlukan aliran yang cepat, dengan begitu jantung bekerja lebih cepat. beberapapasien juga mengeluh nafas seseak, bisa jadi didukung karena adanya penekanan dsekitar area paru karena ada organ yang membesaratau tidak seperti ukuran normal sehingga paru mengecil ditambah dengan kerja jantung yang membtuh kan oksigen untuk dialirkan keseluruh tubuh.
Perdarahan hidung pada penderita leukemia juga sering terjadi karena pembuluh darah hidung sangat tipis. pembuluh ini memiliki fungsi sebagai penghangat udara yang masuk sehingga panas cepat dikeluarkan dari permukaan. oleh karena tipisnya, pembuluh tersebut akan lebih muda terjadi luka baik karena trauma atau spontan (Wiernik, 1985). pendarahan pada bagian ini biasanya banyak dan terjadi diantaranya karena fiskositas darah yang tinggi sehingga terjadi perbedaan tekanan atau karena curah jantung yang besar dan keadaan pembuluh darah yang setiap hari menipis. penyebab pendarahan pada hidung dapat diatasi dengan proses hemostasis sehingga pendarahan tidak berlangsung lama.
limfa denopati yang ditemukan merupakan penyebab dari banyaknya jumlah sel-sel leukosit baik normal maupun abnormal yang terkumpul dikelenjar getah bening. Karena limfa merupakan salah satu organ penghasil leukosit. Kejadiaan ini dapat merupakan respon fisiologis tubuh  dalam sistem imunitas sebagai manifestasi adanya infasi antigen-antigen dan bakteri yang masuk kedalam tubuh sehingga produksi sel-sel leukosit meningkat menyebabkan infiltrasi sel-sel leukosit kedalam kelenjar getah bening. Scara patologis juga merupakan dari adanya leukimia karena adanya sel-sel leukemikyang abnormal yang melakukan infiltrasi (Wiiernik, 1985). Hiperplasia juga bisa menyebabkan pembesaran tersebut (Ganong, 2008).
Hepatomegali juga hampir sama dengan limfadenopati. Sel-sel leukosit yang abnormal oleh sel-sel kupfer di sinosoid. sinosoid hepar sehingga jika jumlahnya banyak akna menyebabkan pembesaran karena hepar penuh dengan leukosit atipikal dn abnormal baik yang telah dirombak maupun yang belum (Guyton and Hall, 2007). Splenomegali biasanya merupakan  manifestasi dari  infiltrasi sel-sel leukosit yang abnormal dan hemopoesis ekstramedular (Guyton, 1996).