Sabtu, 31 Januari 2015

Blok Imun dan Hematologi


Kasus Tutorial 4
Blok Imun dan Hematologi
Ny. U DL 38 tahun, datang ke poli klinik di slah satu rumah sakit daerah Jambidengan keluhan pucat, lemah, mudah capai, kadang panas, nyeri pada perut, yang sudah dirasakan semenjak 6 bulan terakhir. akhir-akhir ini sering disertai perdarahan lewat hidung. pada pemeriksan fisik didapatkan : pucat, gizi kesan kurang, napas cepat. Suhu : 38,5 C, ND : 108kali/menit, irama teratur, TD : 124/78 mmHg, RR : 28 x/i. konjungtiva anemis, sklera tidk ikterik, papil lidah atrofi, tidak ditemukan pembengkakan gusi. Terdapat limfadenopati leher, pada pemerisaan abdomen didapatkan hepatomegali dan spelomegali. hasil pemeriksaan laboratorium : Hb 7,5 g/dL; jumlah leukosit 24.500/mm3; jumlah trombosit 67x103. penderita dianjurka dirujuk kerumah sakit.

Leukemia merupakan penyakit akibat terjadinya proliferasi (pertumbuhan sel imatur) sel leukosit yang abnormal dan ganas, serta sering disertai dengan jumlah leukosit dengan jmlah yang berlebihan, yang dapat menyebabkan terjadinya anemia trombositopenia (Hidayat, 2006).
Banyak hal yang menyebabkan lekemia :
1. faktor eksogen; radiasi, zat kimia, infeksi virus.
2. faktor endogen; bersifat herediter, kelainan genetik.

Manifestasi klinis
Tanda dan gejala LLA menyerupai leukemia granulositik akut, dikaitkan dengan penekanan unsur sumsum tulang normal (Wujcik, 2000). karena itu, infeksi, perdarahan dan anemia merupakan manifestasi utama. sepertiga pasien tampak dengan infeksi dan perdarahan waktu didiagnosis. maleise, demam, letargi, kehilangan berat badan, dan keringatv pada malam hari juga dapat menjadi gejala yang tampak. karena menyerang daerah ekstramedular, pasien mengalami limfadnopati dan hepato splenomegali.
Pada leukimia, bisa juga terjadi anemia dimana hb dan eritrosit menurun karena adanya perkembngan sel leukosit yang imatur (proliferasi) yang berdampak pada penekanan jumlah sel darah yang lainnya.  hb yang didapatkan rendah yaitu, 7,5 gram/dl. Padahal untuk lelaki dewasa normalnya 13,5-18,0 gr/dl  kondisi anemis tersebut bisa menjadi salah satu kemungkinan terjadinya atrofi papil lidah. Karena kekurangan eritrosit dan hb, maka oksigen yang diikat tidak bisa segera disampaikan kejaringan yang membutuhkan, apalagi papil lidah merupakan saluran kecil yang buntu, akhirnya terjadilah atrofi (nelson et.al., 2000).
Anemia juga berhubungan dengan frekuensi nadi yang tinggi. darah sedikit diusahakan mampu menyalurkan oksigen ke jaringan yang membutuhkan, memerlukan aliran yang cepat, dengan begitu jantung bekerja lebih cepat. beberapapasien juga mengeluh nafas seseak, bisa jadi didukung karena adanya penekanan dsekitar area paru karena ada organ yang membesaratau tidak seperti ukuran normal sehingga paru mengecil ditambah dengan kerja jantung yang membtuh kan oksigen untuk dialirkan keseluruh tubuh.
Perdarahan hidung pada penderita leukemia juga sering terjadi karena pembuluh darah hidung sangat tipis. pembuluh ini memiliki fungsi sebagai penghangat udara yang masuk sehingga panas cepat dikeluarkan dari permukaan. oleh karena tipisnya, pembuluh tersebut akan lebih muda terjadi luka baik karena trauma atau spontan (Wiernik, 1985). pendarahan pada bagian ini biasanya banyak dan terjadi diantaranya karena fiskositas darah yang tinggi sehingga terjadi perbedaan tekanan atau karena curah jantung yang besar dan keadaan pembuluh darah yang setiap hari menipis. penyebab pendarahan pada hidung dapat diatasi dengan proses hemostasis sehingga pendarahan tidak berlangsung lama.
limfa denopati yang ditemukan merupakan penyebab dari banyaknya jumlah sel-sel leukosit baik normal maupun abnormal yang terkumpul dikelenjar getah bening. Karena limfa merupakan salah satu organ penghasil leukosit. Kejadiaan ini dapat merupakan respon fisiologis tubuh  dalam sistem imunitas sebagai manifestasi adanya infasi antigen-antigen dan bakteri yang masuk kedalam tubuh sehingga produksi sel-sel leukosit meningkat menyebabkan infiltrasi sel-sel leukosit kedalam kelenjar getah bening. Scara patologis juga merupakan dari adanya leukimia karena adanya sel-sel leukemikyang abnormal yang melakukan infiltrasi (Wiiernik, 1985). Hiperplasia juga bisa menyebabkan pembesaran tersebut (Ganong, 2008).
Hepatomegali juga hampir sama dengan limfadenopati. Sel-sel leukosit yang abnormal oleh sel-sel kupfer di sinosoid. sinosoid hepar sehingga jika jumlahnya banyak akna menyebabkan pembesaran karena hepar penuh dengan leukosit atipikal dn abnormal baik yang telah dirombak maupun yang belum (Guyton and Hall, 2007). Splenomegali biasanya merupakan  manifestasi dari  infiltrasi sel-sel leukosit yang abnormal dan hemopoesis ekstramedular (Guyton, 1996).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar